All for Joomla All for Webmasters

CSR Pabrik Gula Meritjan

NORMALISASI PATUSAN DI NGRONGGOT

DAN TABUR 10 RIBU BENIH IKAN NILA

 

Pabrik Gula Meritjan menunjukkan eksistensinya.  Sebagai salah satu pabrik gula yang ada di Kediri, PG Meritjan tidak pernah lupa dengan masyarakat sekitar. PG Meritjan selalu memberikan bantuan kepada masyarakat melalui program corporate responsibility (CSR).

Pada 14 September 2016, PG Meritjan melakukan normalisasi patusan terpanjang di lingkungan PTPN X.  Tempatnya, ada di Desa Betet, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk. Patusan yang lebarnya hanya 2 meter dilebarkan menjadi 6 meter.  Sedangkan, panjangnya mencapai 1,295 meter.  Patusan itu digunakan untuk mengairi sawah. Saat ini, patusan ini dikelilingi tanaman tebu sebagai lahan demplot mekanisasi.

DSC_0123.JPG - 52.17 kbDSC_0125.JPG - 39.4 kb

General Manager (GM) PG Meritjan Ir. H. Alan Purwandiarto, M.Si. mengatakan, normalisasi patusan ini untuk memperlancar irigasi.  Sehingga, tanaman tebu dan palawija petani disekitar patusan bias tumbuh subur.  “Produktivitas bias meningkat jika pengairannya bagus,” ujarnya.

Setelah normalisasi patusan, PG Meritjan kembali melakukan aksi CSR di patusan tersebut.  PG Meritjan melakukan tabor benih ikan nila.  “Ada 10 ribu ekorbenih ikan nila yang kami tabor di patusan,” ujarnya.

Tabur benih ikan nila tersebut dihadiri Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Nganjuk Budi Sucahyono, Camat Ngronggot Nafhan Tohawi, Kades Betet Suhartini, petani tebu, dan warga sekitar.  “Semoga masyarakat ikut menjaga dan memelihara ikan.  Sehingga, bisa panen raya saat Hari Ikan Nasional pada tahun depan,” harap Alan

DSC_0163.JPG - 51.04 kbDSC_0170.JPG - 51.37 kb

Alan mengatakan, normalisasi patusan membuat ikan bisa berkembang biak.  Sehingga, anak-anak yang biasanya bermain games atau PS bisa beralih memancing di patusan.  Sehingga, aktivitas mereka menjadi lebih bermanfaat.

Lebih jauh, Alan mengatakan, tahun 2017 nanti, PG Meritjan akan mengembangkan sayapnya.  Rencananya, di sekitar patusan akan dibuka lahan tebu baru.  “Luas lahan tebu baru nanti sekitar 50 hektare,” imbuhnya

DSC_0185.JPG - 46.86 kbDSC_0187.JPG - 53.78 kb

Sementara itu, Camat Ngronggot Nafhan Tohawi mengaku senang dan berterima kasih pada PG Meritjan .  Pasalnya, CSR PG Meritjan sangat membantu masyarakat sekitar dan menguntungkan petani.  “Kami siap membantu PG Meritjan membuka lahan baru seluas 50 hektare,” ujarnya.

Secara terpisah, Kades Betet Suhartini mengatakan, karanng taruna akan menjaga dan merawat ikan nila yang ditabur di patusan. Sehingga, ikan tersebut bisa besar dan siap di panen tahun depan.“Terima kasih banyak PG Meritjan,”ujarnya. 

DSC_0196.JPG - 49.57 kbDSC_0225.JPG - 51.92 kb

Hal senada diutarakan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Nganjuk Budi Sucahyono.Budi sangat mengapresiai kegiatan penebaran benih ikan. “Tabur benih ikan ini mendukung program pemerintah tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan(Gemarikan),”ujarnya.

Kepala Dusun Betet Saihu mengungkapkan dengan adanya normalisasi patusan, air tanahmenjadi naik. Sekarabg lebih mudah mengairi sawah saat musim hujan atau kemarau,”ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   Dalam rangka memperkenalkan proses pembuatan gula dari mulai tebu digiling hingga menjadi gula siap konsumsi, sebanyak kurang lebih 100 mahasiswa dari Fakultas Pertanian jurusan Teknik Pertanian Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jatim Surabaya pada kamis, 27 Oktober 2016 berkunjung ke Pabrik Gula Meritjan di Kediri. Setelah mendengarkan sambutan dari General Manager Pabrik Gula Meritjan Ir. H. Alan Purwandiarto M.Si maupun paparan Company Profile PG. Meritjan yg disampaikan bapak Yan Permana Putra (SEKUM), para mahasiswa ini diajak masuk kedalam pabrik untuk melihat langsung proses produksi. 

 

     Kamis, 27 Oktober 2016, Pabrik Gula Meritjan Kediri kembali kedatangan tamu. Adalah mereka teman-teman mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jatim. Mereka yang datang merupakan campuran dari mahasiswa semester 1, 3, dan 5 jurusan Teknik Pertanian beserta dosen pendamping. Tujuan mereka melakukan Factory Visit ini adalah untuk lebih dekat mengenal Pabrik Gula Meritjan yang mempunyai julukan "Small and Beautiful Company".

 

    Penerapan SNI merupakan satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Panitia Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). Sertifikasi SNI kualitas gula dalam negeri akan sama dengan standar internasional. Manfaatnya adalah perkembangan pasar negara tidak terisolasi dari perkembangan pasar global dan memperlancar perdagangan internasional. Selain itu, barang-barang hasil produksi tersebut juga untuk meningkatkan daya saing perekonomian nasional.